Senin, 06 Januari 2014

Mungkinkah bersih ?



Bukan rahasia, seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2013, banyak menuai kritik dan juga tanya. Lantaran ada pembukaan jalur belakang ada juga kecurigaan dipakai ajang komite mengeruk yang namanya keuntungan. Tiada heran untuk dapat masuk ke sekolah negeri, apa lagi terkatagori paforit harus nombok jutaan rupiah.

Itu sekilas PPDB tahun 2013, di tahun kuda 2014 apakah juga demikian ? Tahun 2014 adalah tahunnya perhelatan politik di NKRI ( ada Pileg dan Pilpres ). Kita tidak usah heran, kita sikapi biasa-biasa saja biar tetap cool, walau nyata kelak yang namanya unsur politik masuk sekolah. Umum terjadi para Celeg yang berpotensi, akan membawa nama calon  siswa sebanyak-banyaknya ke sekolah / lewat meja dewan. Maka para kepala sekolah jadi tidak berkutik (jangan heran). Ujung-ujungnya tertimpa pada masyarakat/calon siswa yang tidak punya kases jadi tidak bisa masuk ke sekolah negeri walau pada kenyataannya para calon siswa itu pintar. Tidak sedikit terjadi para calon siswa yang telah mendaftar dan membayar di sekolah swasta ditarik lagi ke sekolah negeri.

Ada juga sentilan yang memang benar adanya :  katanya pemerintah telah gagal, gagal mewujudkan PPDB yang berkarakter. Kalau potret PPDB tiada beda dengan tahun 2013 lalu, sebaiknya kedepannya tidak usah ada sistim dan pola PPDB online segala macam, toh pada akhirnya akan dibuka jalur belakang. Pola inilah yang sejatinya merugikan sekolah swasta dan sekolah negeri yang kurang paforit. Jangan heran kalau nantinya para guru yang tersertifikasi yang bertugas di sekolah swasta dan sekolah negeri tidak paforit, tidak cukup dapat jam mengajar.

Semestinya pemerintah satya wecana juga Tri Kaya Parisudha dalam menjalankan aturan, karena menyangkut dunia pendidikan. Jika dunia pendidikan kita sudah tidak berkarakter, maka besar kemungkinan kita akan gagal, gagal melahirkan generasi emas dan generasi berkarakter di NKRI ini.  Efek yang tidak terpikirkan oleh para Caleg dan sejenisnya dengan adanya jalur belakang adalah : sekolah negeri menjadi berat karena kelebihan beban, maka kebingungan yang ada “bagaimana memproses input yang bervariasi ini menjadi barang jadi yang berkualitas? “ Nyata tahun 2014 adalah tahun politik, tentu semua ingin berbuat demi konstituennya...................

[ kita nantikan bersama ]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar