Kamis, 09 Agustus 2012

BEBAN PSIKOLOGIS GURU


Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) bersertifikasi dengan sistim online menjadi momok tersendiri bagi guru, khususnya yang kemampuan atau pengusaan IT-nya masih rendah. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali menilai, khususnya untuk di Bali penguasaan IT untuk para guru masih belum memadai. Walau memang ada guru-guru di SMP dan SMA/SMK khususnya din perkotaan penguasaan terhadap IT sudah lumayan bagus. Namun guru-guru di pedesaan khususnya guru SD dan guru TK, penguasaan IT-nya masih rendah. Rendahnya penguasaan IT ini menjadi kendala tersendiri ketika guru harus mengikuti UKG dengan sitim online. Masih banyak guru yang belum menguasai IT, sehingga mereka agak kesulitan mengikuti UKG online. Sistim online ini menjadi beban psikologis tersendiri bagi guru-guru yang kemampuan IT-nya rendah. Apa lagi pelaksanaan UKG ini dinilai tergesa-gesa  minim persiapan, dan sosialisasi. Sebelum menghadapi UKG, para guru sudah mengalami gangguan psikologis karena mereka berpikir UKG dengan sistim online ini menyulitkan mereka. Walau demikian, UKG ini harus tetap mereka tempuh karena sebagai tahap awal dan pengenalan menjelang penilaian kinerja guru pada 2013. Agar dapat mengikuti UKG ini dengan baik, para guru diminta terus meningkatkan kemampuan. Pihaknya akan gencar memberi pelatihan IT pada guru di seluruh Bali, sehingga guru ini tidak gagap teknologi. Kami telah merancang berbagai pelatihan dan pendidikan agar guru di Bali melek IT karena  berdasarkan rumusan UNESCO, di era ini orang yang tidak menguasai IT sama dengan buta huruf. Karenanya, pengusaan IT menjadi hal yang mutlak dimiliki terlebih bagi para pendidik.
Sumber  >>>  Bali Post, kamis kliwon, 9 agustus 2012

 
Kumpulan InformasiPrediksi Soal UKG . Prediksi Soal UKG 2012 . Prediksi Soal UKG Online 2012 . Pada postingan kali ini saya akan menginformasikan kepada anda tentang Prediksi Soal UKG . Jika anda ingin mempelajari soal - soal prediksi Prediksi Soal UKG 2012 silahkan download selengkapnya dibawah ini . Baca Simulasi Soal UKG Online 2012 ( http://www.daengmatterru.blogspot.com

 
UKG untuk semua guru yang punya sertifikat pendidik maupun yang belum punya sertifikat pendidikBaca: Latihan Simulasi Soal UKG Online 2012 dan Syarat Peserta UKG Online 2012

Pendidikan Agama Hindu Untuk Siswa SMP Negeri 2 Pupuan




Dengan melihat keadaan jumlah siswa yang beragama Hindu di SMP Negeri 2 Pupuan adalah 99% lebih, dari sejak awal berdirinya SMP negeri 2 Pupuan tahun 1986 hingga tulisan ini dibuat,  maka hanya Pendidikan Agama Hindu yang diajarkan di SMP Negeri 2 Pupuan guna memenuhi kewajiban SMP Negeri 2 Pupuan untuk ikut membentuk generasi muda negara kita tercinta yang beriman, taqwa akan Penciptanya, berbudhi, serta berhaklak mulia.
Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari bahwa peran agama amat penting bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi  agama dalam kehidupan setiap pribadi jadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Pupuan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan serta berhaklak mulia serta meningkatkan potensi spiritual. Haklak mulia terdiri dari etika, budhi, pekerti dan moral sebagai wujud nyata dari pendidikan agama.
Pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Pupuan merupakan usaha yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dalam rangka mengembangkan kemampuan para siswa SMP Negeri 2 Pupuan guna memperteguh keimanan  dan ketaqwaan kepada Tuhan / Sanghyang Widhi Wasa, serta peningkatan potensi spiritual sesuai dengan ajaran agama Hindu
Mata pelajaran Agama Hindu di SMP Negeri 2 Pupuan bertujuan agar para siswa SMP Negeri 2 Pupuan memiliki kemampuan ;
1.      Menumbuhkembangkan dan meningkatkan kualitas Sradha dan Bhakti melalui pemberian, pemupukan, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama
2.      Membangun insan Hindu yang dapat mewujudkan nilai-nilai Moksartham Jagathita dalam kehidupannya.-

Rabu, 08 Agustus 2012

SMP (Sekolah Menengah Pertama)


Sekolah menengah pertama (disingkat SMP, Bahasa Inggris: junior high school) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).
Murid kelas 9 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah menengah pertama dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (atau sederajat).
Pelajar sekolah menengah pertama umumnya berusia 13-15 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.
Sekolah menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah menengah pertama negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah menengah pertama negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.
Di beberapa negara, SMP berlaku sebagai jembatan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah atas. Namun istilah tersebut dapat dipergunakan secara berbeda di beberapa negara, kadang-kadang saling berbanding terbalik. Untuk negara-negara yang mempergunakan bahasa Cina, khususnya di Cina, Taiwan dan Hong Kong, juga di Italia (= scuola media), SMP berkonotasi yang sama dengan secondary school.


 

Pendidikan di Indonesia



Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemdiknas), dahulu bernama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Depdikbud). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagike dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.


 
Sumber : http://id.wikipedia.org

Tumbuhkan Pendidikan Berkarakter Generasi Bali

Suara Mahasiswa, Bali Post Rabu Wage 8-8-2012.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa modal utama suatu pembangunan bangsa bukan terletak pada sumber daya alam yang persediaannya semakin menipis tetapi lebih-lebih  kepada kualitas sumber daya manusia  yang mampu memberikan perubahan. Sumber daya manusia tersebut harus memiliki kemampuan mengatasi berbagai guncangan akibat arus globalisasi dan perkembangan iptek yang kian cepat.
Apabila pengaruh ini tidak dapat kita atasi maka akan berdampak pada terkikisnya budaya lokal dan karakter bangsa terlebih lagi akan memperparah degradasi moral para generasi muda. Sebagai sebuah refleksi bagi kita terhadap ganasnya perubahan gelobal yang tidak mampu kita filter adalah maraknya kasus tawuran, kekeran sosial maupun prilaku konsumtif di kalangan generasi muda yang kian tidak terkendali.
Mengantisipasi dampak arus globalisasi ini perlu adanya perubahan kearah yang lebih positif dengan menumbuhkan pendidikan berkarakter. Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya preventif yang dapat kita lakukan dalam waktu jangka panjang untuk menjaga kearifan budaya lokal dan karakter bangsa. Sebagai masyarakat Bali yang memiliki kearifan budaya lokal, kita harus menyadari pentingnya pendidikan karakter bagi masyarakat maupun generasi muda Bali. Dalam tahap implementasinya pendidikan karakter dapat diawali melalui kesadaran diri sendiri dan niat untuk berubah ke arah yang lebih positif serta kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar juga amat berpengaruh pada karakter seseorang.
Berbagai aktifitas positif  dapat dilakukan untuk mengasah karakter ke arah yang lebih positif seperti mengikuti kegiatan work-shop, kewirausahaan, kegiatan olah raga, karya tulis, maupun kegiatan sosial masyarakat. Pada implementasinya pendidikan karakter dalam kehidupan merupakan komitmen seluruh sektor kehidupan, tidak hanya pemerintah tapi terlebih lagi pada dunia pendidikan, baik formal maupun informal serta seluruh lapisan masyarakat. Sehingga perlu upaya kerja sama berbagai pihak untuk menumbuhkan karakter-karakter yang memiliki kecerdasan intelektual maupun emosional.

PERANAN IBU BAPAK MEMUPUK MINAT MEMBACA KEPADA ANAK-ANAK







Ibu bapa memainkan peranan penting untuk memupuk minat anak-anak supaya gemar membaca. Berikan pendapat anda


(AR) Anak-anak dalam zaman ini tidak suka membaca. (AR) Mereka lebih suka menghabiskan masa lapang mereka dengan melepak di kompleks beli-belah atau menonton televisyen daripada membaca bahan bacaan yang berguna. (AR) Jika tidak membaca, mereka akan kekurangan ilmu pengetahuan atau tidak mengetahui perubahan yang berlaku di sekeliling mereka. Oleh itu, (AA) ibu bapa perlu memainkan peranan untuk memupuk minat membaca dalam kalangan anak mereka.

(AJ) Satu daripada peranan ibu bapa ialah ibu bapa hendaklah menyemaikan tabiat suka membaca dalam kalangan anak mereka. (AH) Tabiat ini harus ditanamkan sejak kecil lagi bak kata pepatah, "kalau hendak melentur buluh biarlah dari rebungnya". (AH) Dalam hal ini, ibu bapa perlu menyediakan bahan bacaan untuk anak-anak. (AC) Sebagai contohnya, ibu bapa hendaklah mewujudkan perpustakaan mini di rumah untuk menggalakkan anak-anak membaca. (AP) Apabila anak selalu membaca, mereka akan menjadi seronok lalu menjadikan amalan membaca sebagai hobi kerana alah bisa tegal dek biasa.

Selain itu, (AJ) ibu bapa sendiri juga harus menanamkan sikap suka membaca kepada diri sendiri sebagai teladan kepada anak-anak. (AH) Apabila melihat ibu bapa membaca, anak-anak juga akan terpengaruh untuk mengikut jejak langkah ibu bapa mereka yang suka membaca. (AC) Misalnya, ibu bapa yang tidak suka membaca dan hanya menggalakkan anak-anak mereka membaca dianggap bagai ketam mengajar anaknya berjalan betul. (AP) Oleh yang demikian, ibu bapa mestilah menjadi contoh kepada anak-anak dengan menjadikan amalan membaca sebagai hobi kerana bagaimana acuan begitulah kuihnya.

Di samping itu, (AJ) ibu bapa juga hendaklah sering membawa anak-anak ke perpustakaan atau ke kedai-kedai buku. (AH) Apabila mereka berada di perpustakaan atau di kedai buku, mereka berpeluang untuk memilih buku-buku yang diminati untuk dibeli atau dibaca. (AC)(AP) Melalui cara ini, ibu bapa dapat menyuburkan minat membaca dalam kalangan anak mereka.

Bukan itu sahaja, (AJ) ibu bapa juga hendaklah menggalakkan anak-anak untuk membaca buku dengan cara mendaftar anak mereka menyertai kelab buku. (AH) Melalui penyertaan dalam kelab buku, anak-anak akan menyertai pelbagai aktiviti dan mengetahui perkembangan buku yang terkini. (AC) Sebagai contohnya, anak-anak boleh menjadi ahli Kelab Buku Ilmiah yang ditubuhkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka. (AP) Apabila anak-anak menjadi ahli kelab buku, mereka didedahkan dengan pelbagai perkara yang berkaitan dengan buku dan mereka tidaklah menjadi seperti katak di bawah tempurung.

Kesimpulannya, (A Hrp) ibu bapa harus sedar akan peri mustahaknya membaca kerana para pujangga sering mengingatkan pembaca bahawa membaca jambatan ilmu. (A Cdgn) Ibu bapa harus menanamkan sikap suka membaca dalam kalangan anak mereka kerana membaca akan menjadikan minda anak-anak mereka cerdas. Oleh hal yang demikian, (A Cdgn) ibu bapa mestilah menjadi pendorong untuk menyemaikan minat membaca dalam kalangan anak mereka. (A Pnln) Jika anak-anak sudah jatuh cinta dengan aktiviti membaca, kejayaan dalam bidang pelajaran akan terbentang luas di depan mereka pada masa depan. Sebagai contohnya, ibu bapa hendaklah membawa anak-anak seminggu atau dua minggu sekali ke kedai buku atau ke perpustakaan.



Tujuan Pendidikan



Telah kita ketahui bersama bahwa berhasil tidaknya suatu usaha atau kegiatan tergantung kepada jelas tidaknya tujuan yang hendak dicapai oleh orang atau lembaga yang melaksanakannya. Berdasarkan pada pernyataan ini, maka perlunya suatu tujuan dirumuskan sejelas-jelasnya dan barulah kemudian menyusun suatu program kegiatan yang objektif sehingga segala energi dan kemungkinan biaya yang berlimpah tidak akan terbuang sia-sia.
Apabila kita mau berbicara tentang pendidikan umumnya, maka kita harus menyadari bahwa segala proses pendidikan selalu diarahkan untuk dapat menyediakan atau menciptakan tenaga-tenaga terdidik bagi kepentingan bangsa, negara, dan tanah air. Apabila negara, bangsa dan tanah air kita membutuhkan tenaga-tenaga terdidik dalam berbagai macam bidang pembangunan, maka segenap proses pedidikan termasuk pula sistem pendidikannya harus ditujukan atau diarahkan pada kepentingan pembangunan masa sekarang dan masa-masa selanjutnya.

Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
            Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
           Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
           Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.


 

Selamat Datang

No entry